KBRI Serahkan US $133 Ribu Kepada IR-USA (April 5, 2007)

KBRI Washington DC Serahkan US $ 133,424.23 Hasil Pengumpulan Dana Masyarakat ke Indonesia Relief untuk Bantu Korban Bencana Alam

 

Washington, D.C., 5 April 2008 – Masyarakat Indonesia di Amerika Serikat mendirikan organisasi Indonesia Relief–USA. yang bertujuan untuk membantu memberdayakan masyarakat yang terkena bencana alam di Indonesia. Organisasi ini telah secara sah ditumbuhkan sebagai sebuah lembaga nirlaba (non-profit organization) di wilayah hukum Washington, D.C., Amerika Serikat.

 

“Visi organisasi ini adalah untuk menjadi lembaga filantropi yang dapat menggalang dana secara professional dan dapat menyalurkannya secara bertanggungjawab kepada masyarakat yang tertimba musibah di tanah air,” menurut Dr. Amang Sukasih, Presiden Indonesia Relief–USA.  “Sudah ada model baik yang dapat ditiru, seperti MercyCorps, Islamic Relief, dan lain-lain. Ke depan, tentu kami mempunyai visi untuk dapat dikenal sebagai lembaga yang mempunyai program-program yang berkualitas dan amanah kepada segenap donornya.”

 

Asal mula organisasi ini berawal dari rasa kepedulian masyarakat Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat kepada korban bencana Tsunami di tahun 2004. “Dikoordinasikan oleh Dr. Harris Iskandar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, D.C., yang ketika itu menjabat sebagai ketua Indonesia Relief, dalam waktu singkat masyarakat di sini berhasil mengumpulkan Rp.1,5 milyar rupiah untuk membantu korban tsunami,” ujar Amang Sukasih. “Untuk gempa Yogyakarta tahun 2006, kami telah berhasil membangun kembali satu sekolah SD di Bantul senilai hampir Rp.1 milyar rupiah. Akhirnya karena berbagai bencana datang bertubi-tubi, kami memutuskan untuk mendirikan sebuah organisasi tetap agar dapat lebih responsif dan secara rutin dapat melakukan penggalangan dana. Untuk itu, lahirlah Indonesia Relief–USA.”

 

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Sudjadnan Parnohadiningrat, menyerahkan hasil pengumpulan dana dari masyarakat sebesar US $ 133,424.23 “Sebelum terbentuknya Indonesia Relief, banyak masyarakat yang peduli memberikan bantuan untuk para korban bencana alam melalui Kedutaaan Besar Republik Indonesia di Washington DC.  Dengan terbentuknya Indonesia Relief, maka dana tersebut bisa dikelola oleh lembaga baru ini dan diteruskan kepada yang membutuhkan.”  Duta Besar RI juga berpesan agar Indonesia Relief–USA dapat benar-benar dikelola secara profesional dan akuntabel. “Seyogyanya bukan hanya profesional dari segi penggalangan dananya saja, tapi juga dalam pengembangan program yang benar-benar sesuai dengan kemampuan organisasi,” ujarnya.

 

Acara penyerahan dana tersebut dilakukan bertepatan dengan Konser Dangdut Amal dan Penggalangan Dana yang dipromotori oleh Indonesia Relief–USA. Tampil dalam acara ini berbagai artis Dangdut setempat, juga seniman Sunda yang datang dari Indonesia seperti seniman terkenal dan pengarang tembang Sunda Nano Suratno, penyanyi Rita Tila, serta penari Jaipongan Ening Rumbini. Keunikan dari pentas Dangdut ini, beberapa artis penyanyi dan pemain band adalah artis berwarganegara Amerika, seperti kelompok Dangdut Cowboys dari kota Pittsburgh, negara bagian Pensylvania.

 

Indonesia Relief–USA terus aktif melakukan pengalangan dana dalam berbagi bentuk. Sebagai lembaga nirlaba yang ditubuhkan di Amerika Serikat, organisasi ini tunduk pada standar akunting dan transparansi yang berlaku sesuai hukum setempat. “Dan standar ini sangat ketat sekali,” ujar Amang Sukasih. “Ke depan, dari sisi penggalangan dana, kami tentu harus mengembangkan cakupan agar tidak terbatas pada komunitas Indonesia di Amerika Serikat saja, tapi juga masyarakat Amerika sendiri. Mereka sangat selektif dalam memilih charity mereka, untuk itu akuntabilitas keuangan dan inovasi program menjadi penjaga reputasi organisasi yang terbaik.”

 

Indonesia Relief telah membantu membangun kembali sebuah sekolah dasar di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk membantu masyarakat yang tertimba bencana gempa lain, Indonesia Relief–USA juga akan menyalurkan dana untuk membantu pemulihan fasilitas kesehatan di propinsi Bengkulu dan Bima, NTB. Dalam melakukan programnya, Indonesia Relief–USA juga bermitra dengan lembaga-lembaga nirlaba lokal di Indonesia.