IR-USA and PKPU signed a memorandum to provide clean water for the victims of Bengkulu earthquake

 

Berita penyerahan dana: http://www.pkpu.or.id/newsx.php?zx=96f3195202&t=0&id=7&no=143

 

Visit our gallery page for more pictures: http://www.indonesiarelief-usa.org/gallery/index.php

 

Bencana gempa bumi dahsyat yang melanda Provinsi Bengkulu menyebabkan banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal dan tempat belajar bahkan tempat ibadah pun mengalami kerusakan yang cukup parah.  Karena itu masyarakat dan pemerintah harus bahu-membahu untuk mencari solusi dan menuntaskan permasalahan ini, karena jika dibiarkan berlarut-larut akan semakin besar dampak yang ditimbulkan.

 

Desa Paninjau, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, merupakan salah satu desa yang sangat parah kerusakannya akibat gempa tersebut. Puluhan rumah warga rata dengan tanah, ratusan rusak berat dan sisanya rusak ringan. Begitu juga sarana umum seperti sekolah dan masjid, 90 % dari sarana yang ada rusak berat hingga rusak total.  Desa ini memiliki topografi yang berbukit-bukit dan berada diwilayah paling tinggi, akibatnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sebab sumur galian mereka yang kedalamannya mencapai 15-20 m itu kebanyakan runtuh waktu gempa. Kalaupun mereka melakukan perbaikan ataupun menggali ulang sumur tersebut, resiko kerusakannya akan tetap tinggi karena gempa susulan masih sering terjadi dengan kekuatan sedang hingga besar.  Sedangkan untuk mendapatkan suplai air bersih dari PDAM juga sulit, karena berjarak 60 km dari ibukota kabupaten atau 72 km dari ibukota propinsi.

 

Desa berpenduduk 500 KK lebih itu berjarak kurang lebih 6 km dari desa terdekat yang menghubungkan dengan ibukota Kecamatan Batiknau dengan kondisi jalan yang rusak parah, sehingga desa ini belum dialiri listrik dari PLN. Oleh karena itu yang paling efektif pengusahaan air ialah dengan mengebor sumber air tanah lalu dipompakan dengan pompa listrik yang digerakkan dengan generator. 

 

RENCANA PROGRAM


 

Pengeboran sumber air bersih ini akan dilakukan di sebuah ngarai bukit yang paling tinggi disekitar pemukiman warga, dari sumur bor air dipompakan ke penampungan utama yang diletakkan di tempat tertinggi tanpa membuat tower. Dari penampungan ini air bersih akan mengalir dan bisa didistribusikan ke semua warga tanpa menggunakan motor pemompa lagi menuju ke penampungan pembagi yang diletakkan di tiga wilayah, masing-masing wilayah untuk 2-3 RT. 

Kedalaman sumur bor 45 meter, sedangkan kapasitas pompa air 80 liter per detik dan mampo menarik dari kedalaman 40 m dan mendorong 40 m.  Dibutuhkan daya 7000 watt untuk menggerakkan pompa secara maksimal.

 

Dengan demikian diharapkan dari pompa ini mampu mencukupi kebutuhan air seluruh warga desa Paninjau. Setelah instalasi terpasang dan berfungsi secara baik, akan dilakukan launching dan penyerahan kepada KSM, yang akan mengelola dan mengembangkan proyek menjadi usaha bersama yang memberi manfaat kepada seluruh masyarakat, disamping itu jika produksi air berlebih akan digunakan untuk usaha isi ulang airminum atau pengepakan air minum.

 

Untuk menjaga eksistensi program, PKPU akan mengadakan pembinaan dan pendampingan pemberdayaan secara rutin, disamping juga memberikan pembinaan mental spiritual, sebab jika ini tidak dilakukan maka tanggungjawab moral untuk menjaga amanah ini akan mengendor dan suatu saat nanti proyek program tersebut sksn muszir dan sia-sia.

 

TUJUAN


Tujuan atas program Indonesia Relief-USA dan PKPU berikut ini adalah untuk:
1) Memberikan empati kepada para korban bencana
2) Mengurangi beban yang mereka tanggung akibat bencana
3) Memberdayakan masyarakat dalam mengelola aset desa
4) Mengajarkan ketakwaan dan kesholehan individu dan sosial.
5) Memfasilitasi terbentuknya kelompok masyarakat untuk melakukan pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan perubahan menuju kesejahteraan (keberlangsungan program).

 

INDIKATOR KEBERHASILAN


1) Air mengalir sesuai kebutuhan
2) Terselenggaranya pertemuan rutin antara anggota KSM dengan pendamping
3) Berkurangnya himpitan beban masyarakat, terutama masalah air
4) Tumbuhnya optimisme korban gempa dengan menjalani kehidupan secara normal sebagai tolok ukurnya